top of page

Baitul Maqdis, Akhir Zaman, dan Tanggung Jawab Kita



Oleh: Atina Ummu 'Ali 

Baitul Maqdis memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah Islam, baik dari aspek ruhiyah, politik, maupun yang berkaitan dengan nubuat akhir zaman. Salah satu hadis yang sering dikaitkan dengan masa depan wilayah ini adalah hadis tentang pertempuran antara umat Islam dan Yahudi di akhir zaman. Hadis ini memberikan gambaran bahwa akan terjadi peristiwa besar di Baitul Maqdis yang melibatkan kaum Muslimin dan Yahudi menjelang datangnya hari kiamat.

Hadis tentang Pertempuran Muslim dan Yahudi

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hari kiamat tidak akan terjadi hingga kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum Muslimin membunuh mereka, hingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu atau pohon. Maka batu atau pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim! Wahai hamba Allah! Ini ada seorang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!’ Kecuali pohon gharqad karena ia adalah pohon milik orang Yahudi." (HR. Muslim, no. 2922)

Hadis ini juga diriwayatkan dalam Sahih Bukhari (no. 2768) dalam Bab Jihad dan Peperangan, serta dalam Musnad Ahmad (no. 8921, 27502, dan 10476).

Penjelasan Hadis

1. Pohon Gharqad dan Hubungannya dengan Yahudi

Pohon gharqad merupakan salah satu jenis tumbuhan berduri yang banyak tumbuh di wilayah Baitul Maqdis. Dalam penjelasan Syarh Sahih Muslim, Imam An-Nawawi mengutip pendapat Imam Abu Hanifah yang menyatakan bahwa pohon ini dikenal sebagai Lycium shawii, sejenis semak berduri. Dahulu, pekuburan Baqi’ di Madinah juga dikenal dengan nama Gharqad karena banyaknya pohon ini sebelum akhirnya ditebang.

2. Makna "Tidak Akan Terjadi Kiamat Sampai…."

Ungkapan ini menunjukkan bahwa peristiwa yang disebutkan dalam hadis merupakan salah satu tanda besar menjelang hari kiamat. Ketika pertempuran ini terjadi, itu berarti dunia sudah mendekati akhir zaman.

Nabi Muhammad ﷺ tidak berbicara dari hawa nafsunya, melainkan dari wahyu Allah. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:

"Dan dia (Muhammad) tidak berbicara menurut keinginannya sendiri. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya." (QS. An-Najm: 3–4)

Juga dalam firman-Nya:

"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib, dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku adalah malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku…." (QS. Al-An’am: 50)

3. Perang antara Muslim dan Yahudi

Dalam riwayat lain, disebutkan:

"Kaum Yahudi akan memerangi kalian, lalu kalian akan menguasai mereka."

Dari gabungan hadis-hadis ini, dapat dipahami bahwa perang ini merupakan peperangan dua pihak yang saling berhadapan. Namun, Allah akan memberikan kemenangan kepada umat Islam, sebagaimana yang terjadi ketika Nabi Isa ‘Alayhissalam turun dan membunuh Dajjal.

Hadis lain dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa pada hari itu, Dajjal akan didukung oleh 70.000 orang Yahudi yang bersenjata dan mengenakan jubah khusus. Ini menunjukkan bahwa meskipun zaman telah berkembang, pertempuran ini akan kembali menggunakan senjata tradisional, seperti pedang dan tombak, sebagaimana Nabi Isa membunuh Dajjal dengan tombak.

Hadis ini merupakan kabar gembira bagi umat Islam bahwa kelak mereka akan meraih kemenangan atas musuh-musuhnya. Di antara musuh yang paling kuat permusuhannya terhadap Islam adalah kaum Yahudi, sebagaimana Allah firmankan:

"Pasti engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik…." (QS. Al-Ma’idah: 82)

4. Yahudi Bersembunyi di Balik Batu dan Pohon

Hadis ini menggambarkan bahwa ketika perang ini terjadi, orang-orang Yahudi akan begitu terdesak hingga mereka mencari perlindungan di balik batu dan pohon. Namun, dengan kehendak Allah, benda-benda mati ini akan berbicara dan mengungkap keberadaan mereka, kecuali pohon gharqad.

Hafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadis ini termasuk tanda-tanda kiamat. Salah satu tandanya adalah benda mati berbicara, sebagaimana juga disebutkan dalam berbagai hadis lainnya.

Dalam riwayat Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu disebutkan:

"Tidak ada satu pun yang menjadi tempat persembunyian orang Yahudi, melainkan Allah akan menjadikannya berbicara, baik itu batu, pohon, tembok, maupun binatang…."

Ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak atas segala sesuatu.

5. Pohon Gharqad Tidak Berbicara

Pengecualian pohon gharqad dalam hadis ini menunjukkan bahwa pohon ini memiliki keterkaitan khusus dengan Yahudi. Sejak dahulu, mereka menanamnya secara luas di berbagai wilayah.

Kesimpulan

Baitul Maqdis memiliki peran penting dalam skenario akhir zaman sebagaimana disebutkan dalam banyak hadis Nabi ﷺ. Hadis tentang pertempuran antara Muslim dan Yahudi mengandung banyak hikmah dan peringatan, terutama untuk menarik perhatian umat Islam terhadap tanah suci ini.

Hadis ini juga menjadi pengingat bahwa umat Islam harus mempersiapkan diri secara ruhiyah, diniyah, keilmuan dan persiapan yang bersifat strategis untuk membela, serta membebaskan Baitul Maqdis, baik pada masa kini maupun masa depan, dengan izin Allah.

Daftar Sumber Rujukan

  1. Al-Mu'jam Al-Islami, halaman 1.542, jilid 3.

  2. Syarah An-Nawawi atas Sahih Muslim.

  3. Tanaman Al-'Awsaj (Lycium shawii), juga dikenal sebagai Syawkah As-Sahra (duri gurun), merupakan semak berduri yang tumbuh di daerah gurun dan dapat ditemukan di Semenanjung Arab serta Afrika. 

  4. Fathul Bari 6/610, tentang turunnya Nabi Isa di dekat Menara Putih di sebelah timur Kota Damaskus. Lihat juga Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa'ah, hadis no. 2937.

  5. Umdatul Qari, Syarah Sahih Al-Bukhari, 14/199. 

  6. Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa'ah, hadis no. 2937.

  7. Sahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa'ah, bab tentang Penaklukan Konstantinopel, keluarnya Dajjal, dan turunnya Nabi Isa ‘Alayhissalam, hadis no. 2987.

  8. Fathul Bari 6/610.

 


 
 
 

Komentar


bottom of page