top of page

MENJELANG MERDEKANYA SELURUH TANAH BARAKAH

2 hari yang lalu
2 menit membaca

Oleh: Faris Irfanuddin


Suatu hari pada tahun 569 H, Turansyah, abang tertua Shalahuddin, datang menemui Shalahuddin untuk meminta izin pergi membebaskan Tanah Barakah Yaman. Shalahuddin mengizinkan dan membekali abangnya itu dengan seribu pasukan kuda, logistik, serta dukungan pasukan darat dan armada laut.


Setelah ziarah ke Makkah, Turansyah melanjutkan perjalanan dan tiba di Yaman. Abu Syamah Al-Maqdisi mencatat ada sekitar 80 benteng yang berhasil dibebaskannya. Di antara wilayah yang berhasil dimerdekakan adalah Aden dan Shan’a, yang waktu itu berafiliasi dengan Syiah Fathimiyyah di Mesir.


Pembebasan Tanah Barakah Yaman menyempurnakan persiapan pembebasan Tanah Barakah Syam, termasuk Baitul Maqdis di dalamnya. Pengaruh Syiah Fathimiyyah benar-benar dibersihkan. Hanya beberapa tahun setelah Tanah Barakah Yaman merdeka, Shalahuddin berhasil membebaskan ibu kota Tanah Barakah Syam di Damaskus, yang menjadi pintu pembuka merdekanya jantung Tanah Barakah di Baitul Maqdis.


Dalam sepekan terakhir, Tanah Barakah Yaman juga sedang berusaha memerdekakan diri. Pada saat yang bersamaan, di garis depan medan pertempuran pembebasan Baitul Maqdis masih ada para pejuang yang terus bertahan dan melawan. Di samping itu, ada Damaskus yang sedang memulihkan diri dan bersiap-siap.


Dahulu, rangkaian peristiwa itu bergerak dari Tanah Kinanah Mesir menuju Tanah Barakah Yaman, terus bergerak ke ibu kota Tanah Barakah di Damaskus, lalu berujung pada merdekanya jantung Tanah Barakah di Baitul Maqdis.


Hari ini sedikit berbeda. Pergerakan itu justru berangkat dari Damaskus, ibu kota Tanah Barakah, bukan dari Mesir. Namun, yang pasti sama, semua pergerakan ini mengarah ke satu tujuan yang sama: merdekanya seluruh Tanah Barakah.


Ada yang tak asing dari rangkaian peristiwa ini. Ada tanda-tanda kemenangan di semua rangkaian peristiwa yang sedang berlangsung. Jelas sekali pertanda itu.


Pertanda ini mengingatkan kita pada ā€˜Tanda (Ayat)’ dalam Al-Qur’an tentang kisah pergerakan Nabi Sulaiman ’Alayhissalaam dari Tanah Barakah Yaman menuju Tanah Barakah Syam.


ŁˆŁŽŁ„ŁŲ³ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł…ŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ų§Ł„Ų±Ł‘ŁŁŠŲ­ŁŽ Ų¹ŁŽŲ§ŲµŁŁŁŽŲ©Ł‹ ŲŖŁŽŲ¬Ł’Ų±ŁŁŠ ŲØŁŲ£ŁŽŁ…Ł’Ų±ŁŁ‡Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶Ł Ų§Ł„Ł‘ŁŽŲŖŁŁŠ ŲØŁŽŲ§Ų±ŁŽŁƒŁ’Ł†ŁŽŲ§ ŁŁŁŠŁ‡ŁŽŲ§ ۚ ŁˆŁŽŁƒŁŁ†Ł‘ŁŽŲ§ ŲØŁŁƒŁŁ„Ł‘Ł Ų“ŁŽŁŠŁ’Ų”Ł Ų¹ŁŽŲ§Ł„ŁŁ…ŁŁŠŁ†ŁŽ


ā€œDan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang yang berembus dengan perintahnya menuju negeri yang Kami berkahi. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.ā€


Rentetan peristiwa yang sedang terjadi seperti embusan angin kencang, layaknya sebuah badai (Taufan) yang akan menghempaskan para penjajah dari jantung Tanah Barakah (Al-Aqsha) dan seluruh Tanah Barakah yang lain.


Tugas kita yang sedang memperjuangkan dan menanti kemerdekaan seluruh Tanah Barakah ini adalah tetap bertahan dan bersabar, dan jangan sampai ikut termasuk di dalam ayat berikut:


Ł…ŁŽŁ†Ł’ ŁŠŁŽŲ²ŁŲŗŁ’ Ł…ŁŁ†Ł’Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų£ŁŽŁ…Ł’Ų±ŁŁ†ŁŽŲ§ Ł†ŁŲ°ŁŁ‚Ł’Ł‡Ł مِنْ Ų¹ŁŽŲ°ŁŽŲ§ŲØŁ Ų§Ł„Ų³Ł‘ŁŽŲ¹ŁŁŠŲ±Ł


ā€œDan siapa di antara mereka yang menyimpang dari perintah Kami, Kami akan merasakan kepadanya azab api yang menyala-nyala.ā€


Bersabar sebentar lagi karena kemenangan tak lama lagi.


Ł†ŁŽŲµŁ’Ų±ŁŒ Ł…Ł‘ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł ŁˆŁŽŁŁŽŲŖŁ’Ų­ŁŒ Ł‚ŁŽŲ±ŁŁŠŲØŁŒ Ū— ŁˆŁŽŲØŁŽŲ“Ł‘ŁŲ±Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŁŠŁ†ŁŽ


ā€œYaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, serta sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin.ā€ (QS Ash-Shaff: 13)

Ā 
Ā 
Ā 

Postingan Terakhir

Lihat Semua
Janji Pertolongan Allah

Oleh: Atina Ummu ā€˜Ali Peneliti Institut Al-Aqsa untuk Riset Perdamaian (ISA) ŁˆŁŽŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ų­ŁŽŁ‚Ł‘Ł‹Ų§ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŲ§ Ł†ŁŽŲµŁ’Ų±Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŁŠŁ†ŁŽ ā€œAnd it was incumbent upon Us to help the believers.ā€ ā€œDan merupakan kewa

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


bottom of page