MENJELANG MERDEKANYA SELURUH TANAH BARAKAH
Oleh: Faris Irfanuddin
Suatu hari pada tahun 569 H, Turansyah, abang tertua Shalahuddin, datang menemui Shalahuddin untuk meminta izin pergi membebaskan Tanah Barakah Yaman. Shalahuddin mengizinkan dan membekali abangnya itu dengan seribu pasukan kuda, logistik, serta dukungan pasukan darat dan armada laut.
Setelah ziarah ke Makkah, Turansyah melanjutkan perjalanan dan tiba di Yaman. Abu Syamah Al-Maqdisi mencatat ada sekitar 80 benteng yang berhasil dibebaskannya. Di antara wilayah yang berhasil dimerdekakan adalah Aden dan Shanāa, yang waktu itu berafiliasi dengan Syiah Fathimiyyah di Mesir.
Pembebasan Tanah Barakah Yaman menyempurnakan persiapan pembebasan Tanah Barakah Syam, termasuk Baitul Maqdis di dalamnya. Pengaruh Syiah Fathimiyyah benar-benar dibersihkan. Hanya beberapa tahun setelah Tanah Barakah Yaman merdeka, Shalahuddin berhasil membebaskan ibu kota Tanah Barakah Syam di Damaskus, yang menjadi pintu pembuka merdekanya jantung Tanah Barakah di Baitul Maqdis.
Dalam sepekan terakhir, Tanah Barakah Yaman juga sedang berusaha memerdekakan diri. Pada saat yang bersamaan, di garis depan medan pertempuran pembebasan Baitul Maqdis masih ada para pejuang yang terus bertahan dan melawan. Di samping itu, ada Damaskus yang sedang memulihkan diri dan bersiap-siap.
Dahulu, rangkaian peristiwa itu bergerak dari Tanah Kinanah Mesir menuju Tanah Barakah Yaman, terus bergerak ke ibu kota Tanah Barakah di Damaskus, lalu berujung pada merdekanya jantung Tanah Barakah di Baitul Maqdis.
Hari ini sedikit berbeda. Pergerakan itu justru berangkat dari Damaskus, ibu kota Tanah Barakah, bukan dari Mesir. Namun, yang pasti sama, semua pergerakan ini mengarah ke satu tujuan yang sama: merdekanya seluruh Tanah Barakah.
Ada yang tak asing dari rangkaian peristiwa ini. Ada tanda-tanda kemenangan di semua rangkaian peristiwa yang sedang berlangsung. Jelas sekali pertanda itu.
Pertanda ini mengingatkan kita pada āTanda (Ayat)ā dalam Al-Qurāan tentang kisah pergerakan Nabi Sulaiman āAlayhissalaam dari Tanah Barakah Yaman menuju Tanah Barakah Syam.
ŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ ŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŁŁŲŁ Ų¹ŁŲ§ŲµŁŁŁŲ©Ł ŲŖŁŲ¬ŁŲ±ŁŁ ŲØŁŲ£ŁŁ ŁŲ±ŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŲ±ŁŲ¶Ł Ų§ŁŁŁŲŖŁŁ ŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ§ Ū ŁŁŁŁŁŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ”Ł Ų¹ŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŁŁ
āDan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang yang berembus dengan perintahnya menuju negeri yang Kami berkahi. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.ā
Rentetan peristiwa yang sedang terjadi seperti embusan angin kencang, layaknya sebuah badai (Taufan) yang akan menghempaskan para penjajah dari jantung Tanah Barakah (Al-Aqsha) dan seluruh Tanah Barakah yang lain.
Tugas kita yang sedang memperjuangkan dan menanti kemerdekaan seluruh Tanah Barakah ini adalah tetap bertahan dan bersabar, dan jangan sampai ikut termasuk di dalam ayat berikut:
Ł ŁŁŁ ŁŁŲ²ŁŲŗŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŁŁ Ų£ŁŁ ŁŲ±ŁŁŁŲ§ ŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų¹ŁŲ°ŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŲ¹ŁŁŲ±Ł
āDan siapa di antara mereka yang menyimpang dari perintah Kami, Kami akan merasakan kepadanya azab api yang menyala-nyala.ā
Bersabar sebentar lagi karena kemenangan tak lama lagi.
ŁŁŲµŁŲ±Ł Ł ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲŖŁŲŁ ŁŁŲ±ŁŁŲØŁ Ū ŁŁŲØŁŲ“ŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ
āYaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, serta sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin.ā (QS Ash-Shaff: 13)

Komentar